Nilai Tukar Mata Uang Asing Terhadap Rupiah hari ini Senin, 22 Januari 2018

Bagan dibawah ini adalah informasi kurs rupiah atas mata uang dunia hari ini. segala informasi yg ada pada bagan tersebut diperbaharui setiap hari dengan cara otomatis menurut data informasi yg ada pada website sah tiap-tiap bank, diantaranya dari bank mandiri, dari bank bca, dari bank btn, dari bank bii, dari bank niaga, serta bank lainnya.
Bank Jual Beli Rata Tengah
BCA 13,360 13,344 13,352
BI 13,401 13,267 13,334
BII 13,380 13,230 13,305
BJB 13,591 13,393 13,492
BNI 13,480 13,180 13,330
BRI 13,335 13,245 13,290
BTN 13,408 13,258 13,333
BUKOPIN 13,355 13,305 13,330
CIMB 13,445 13,195 13,320
COMMONWEALTH 13,575 12,975 13,275
DANAMON 13,420 13,210 13,315
EKONOMI 13,370 13,170 13,270
JTRUST 13,365 13,295 13,330
MANDIRI 13,380 13,180 13,280
MAYAPADA 13,420 13,265 13,342.5
MEGA 13,550 13,250 13,400
MUAMALAT 13,435 13,231 13,333
OCBC 13,377 13,318 13,347.5
PANIN 13,362 13,343 13,352.5
PERMATA 13,575 13,225 13,400
SINARMAS 13,358 13,338 13,348
UOB 13,535 13,075 13,305
WOORISAUDARA 13,430 13,230 13,330

4  Faktor Penyebab Perbedaan Kurs pada Setiap Negara

Setiap Negara yang ada di dunia ini pasti memiliki sebuah alat pembayaran yang dinamakan uang, untuk definisi uang itu sendiri sebenarnya banyak sekali yang berpendapat namun yang pasti fungsi utama dari uang adalah sebuah alat pembayaran yang sah yang telah disetujui oleh pemerintah dari negaranya masing-masing.

Nilai dari mata uang itu sendiri pada setiap Negara berbeda-beda hal ini juga di akibatkan oleh nilai tukar uang tersebut terhadap mata uang lain atau mata uang asing, salah satu contohnya adalah rupiah ketika berbanding dengan dollar, nilai dari satu dolar ($1/USD 1) itu bernilai sama dengan 13.565 (per 10 oktober 2017) itu artinya ketika kita ingin mempunyai atau membeli sebuah mata uang dollar untuk nominal 1 dollar maka kita harus membayar 13.565 rupiah untuk satu dollar.

Begitu juga dengan mata uang lainnya selain rupiah yang apabila berbanding dengan dollar maka nilainya pun berbeda, tidak hanya berbanding dengan dollar saja tingkat nilai pada setiap mata uang dari setiap Negara juga memiliki perbedaan dalam segi nilai tukar atau nilai jual dan beli mata uang masing-masing Negara, contoh kecilnya yaitu adalah rupiah berbanding dengan dollar, rupiah berbanding dengan real, real dengan dollar, real dengan yuan dan sebagainya.

Tingkat perbedaan nilai jual atau nilai beli suatu mata uang ini di sebut dengan kurs. Perbedaan kurs pada setiap Negara berubah pada setiap harinya adakalanya naik dan adakalanya juga turun, pada saat naik maka nilai jual dari sebuah mata uang tersebut menjadi mahal, namun pada saat turun maka nilai tukar dari mata uang pun turun atau lemah. Pada umumnya tingkat kenaikan dan penurunan sebuah mata uang ini berpatokan pada mata uang dollar.

Proses naik turunnya kurs juga bisa disebabkan oleh tingkat ekonomi pada suatu Negara dan juga keadaan perekonomian di amerika yang memakai mata uang dollar. Misalnya saja mata uang Negara Indonesia yaitu rupiah, ketika kondisi perekonomian di amerika sedang mengalami gangguan atau sedang melemah maka bisa jadi kurs rupiah terhadap dollar menguat.

Namun ketika kondisi perekonomian amerika ada di posisi stabil sedangkan di Indonesia mengalami penurunan maka nilai kurs dari rupiah terhadap dollar akan melemah dan apabila kita menukar rupiah ke dollar maka kita harus membayarnya dengan harga tinggi atau mahal, sedangkan ketika nilai dari rupiah naik maka ketika akan menukarnya dengan dollar makan kita bisa membayarnya dengan lebih murah.

Tingkat kurs ini juga sering dipakai oleh para pebisnis atau investor sebagai bahan pertimbangan ketika akan berinvestasi di salah satu Negara.  Karena ketika suatu Negara sedang mengalami masalah ekonomi atau situasi politik yang tidak stabil maka tingkat resiko pun akan lebih besar dan berpotensi mengalami kebangkrutan.

Perbedaan tingkat kurs pada setiap Negara diakibatkan oleh beberapa factor. Berikut adalah 3 faktor yang menyebabkan nilai kurs pada setiap Negara berbeda-beda.

  1. Inflasi
Presentasi tingkat inflasi pada setiap Negara pasti berbeda-beda, ketika suatu Negara mengalami tingkat inflasi rendah atau bahkan sedang ini akan memacu daya beli masyarakatnya menjadi lebih meningkat hal ini dikarenakan harga barang pada Negara tersebut bisa lebih murah. Berbeda dengan Negara yang tingkat inflasinya tinggi maka harga barang pun kana cenderung lebih mahal sehingga tingkat kegiatan ekonomi pun melemah dan berdampak langsung pada nilai kurs Negara tersebut.
Untuk inflasi sendiri sebenarnya juga diperlukan pada suatu Negara namun tetap dalam kontek tingkat inflasi rendah dan sedang. Ketika tingkat inflasi rendah sampai sedang bisa menimbulkan harga barang produksi menjadi mahal sehingga para produsen akan terpacu untuk terus berproduksi karena harga barang produksinya bisa terjual dengan harga mahal dan hal ini juga berdampak pada rendahnya tingkat pengangguran pada Negara tersebut.

  1. Tingkat suku bunga
Tingkat suku bunga yang ditetapkan di suatu Negara juga sangat berpengaruh pada tingkat nilai tukar uang, antara tingkat suku bunga, inflasi dan nilai tukar itu merupakan satu kesatuan yang sangat erat kaitannya. Bank sentral mempunyai wewenang untuk merubah tingkat inflasi yang akan merubah nilai tukar mata uang, perubahan kondisi inflasi dapat dilakukan dengan cara menaikan suku bunga. Tingkat suku bunga yang tinggi akan mengakibatkan permintaan terhadap mata uang tersebut menjadi tinggi dan secara otomatis akan menjadikan nilai tukar mata uang tersebut menjadi tinggi.

  1. Harga ekspor dan impor
Factor yang mempengaruhi berubahnya tingkat kurs pada suatu Negara yang selanjutnya yaitu adalah harga ekspor dan harga impor atau biasa kita kenal dengan ratio harga ekspor dan harga impor. Pada kondisi ratio harga ekspor dan harga impor yang berpengaruh yaitu adalah dimana tingkat harga ekspor berkembang atau naik lebih cepat dibandingkan dengan harga impor.

Dengan naiknya harga ekspor pada suatu Negara maka secara otomatis nilai tukar uang tersebut pun akan cenderung naik karena dengan naiknya harga ekspor maka permintaan akan mata uang pun akan naik sehingga kenaikan permintaan tersebut berdampak langsung pada penguatan nilai kurs.

Namun apabila suatu Negara berada pada keadaan yang mana harga impor lebih besar dibandingkan dengan harga ekspor maka keadaan kursnya pun berada pada keadaan lemah.

  1. Kondisi politik dan ekonomi
Kondisi ini sangat diperhatikan oleh para investor, karena kondisi politik dan ekonomi suatu Negara bisa menjadi sebuah perhitungan bagi para investor yang akan berinvestasi di Negara tersebut. Para investor sangat melirik Negara-negara yang kondisi politik dan ekonominya stabil hal ini dikarenakan ketika suatu Negara mengalami kondisi politik atau ekonomi yang tidak stabil maka akan beresiko tinggi terhadap investasi.

Kondisi politik yang stabil dan juga kondisi ekonomi yang baik itu akan menjadikan tingkat kepercayaan investor juga baik dan meningkat. Maka, dengan tingkat kepercayaan yang baik akan mendatangkan para investor yang pastinya akan berdampak pula pada kenaikan nilai tukar mata uang pada Negara tersebut.